Memahami Keterkaitan Antara Kepadatan Hunian dan Jentik Aedes sp


Kepadatan hunian mencerminkan seberapa ramai sebuah rumah dihuni oleh orang. Ini mempengaruhi banget pada kesehatan dan keamanan keluarga yang tinggal di sana. Bayangkan, kalau rumah terlalu ramai penghuninya, risiko penyakit jadi makin tinggi. Contohnya, seperti kalau ada banyak orang yang tinggal dalam satu rumah, penyakit seperti batuk pilek atau flu bisa mudah menyebar ke semua orang di rumah itu. Cara menghitung kepadatan hunian itu simpel, cukup bagi luas ruangan dengan jumlah orang yang tinggal di rumah. Jadi, semakin banyak orang tinggal di ruang yang sempit, semakin besar risiko penyebaran penyakit. Makanya, penting banget untuk punya ruang yang cukup untuk jumlah orang yang tinggal di sana, supaya semuanya bisa hidup dengan lebih aman dan sehat.

Aedes aegypti itu nyamuk yang nggak main-main, dia bisa bawa virus penyebab penyakit demam berdarah. Dia juga bisa jadi pembawa virus demam kuning, chikungunya, dan Zika yang dibawa oleh virus Zika. Dia bisa ditemuin hampir di semua tempat tropis di seluruh dunia. Nyamuk Aedes aegypti ini jadi masalah banget karena dia jadi pembawa virus demam berdarah, terutama di desa dan kota, sama dengan Aedes albopictus. Nah, karena penyakitnya yang parah, kita mesti paham cara atasin nyamuk jenis ini biar nggak gampang sebarin penyakit demam berdarah. Nyamuk Aedes aegypti punya ciri khas dari bentuk sama warnanya. Jadi, kalo kamu tahu ciri-ciri nyamuk ini, kamu bisa lebih waspada kalo liat banyak nyamuk ini di sekitar rumah. Oh iya, uniknya, cuma nyamuk betina yang bisa sebarin virus dengue dan teman-temannya. Nyamuk jantan nggak bisa lho! Dan selain dengue, nyamuk Aedes aegypti juga bawa virus lainnya, seperti Zika, chikungunya, dan demam kuning.

BACA JUGA:

Lalu apa kaitanya kepadatan hunian dengan nyamuk Aedes aegyti? Kepadatan hunian mengukur berapa banyak orang yang tinggal dalam area tertentu. Kepadatan hunian yang tinggi dapat membuat risiko tinggi untuk nyamuk Aedes sp., yang membawa penyakit demam berdarah dengue (DBD), semakin tinggi. Beberapa alasan yang membuat ini terjadi, lebih banyak orang, berarti lebih banyak barang dan tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak, seperti ember, kaleng, ban bekas, dan vas bunga yang bisa menampung air untuk jadi tempat berkembang biak nyamuk. Semakin banyak orang, lingkungan akan lebih sulit untuk dijaga kebersihannya. Ini bisa menyebabkan penumpukan sampah, yang jadi tempat nyamuk berkembang. Semakin banyak orang, semakin sulit juga untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang mencakup mencari dan menghancurkan sarang nyamuk, baik larva maupun nyamuk dewasa.

Sebuah studi yang telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kutaraya Kayu Agung pada tahun 2016 telah menarik perhatian, dalam upaya memahami hubungan antara kepadatan hunian dengan kepadatan jentik Aedes sp. Namun, hasil yang diperoleh dari penelitian ini cukup mengejutkan: tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kedua faktor tersebut.

Analisis Hasil dan Interpretasi

Menginterpretasikan data, studi menyimpulkan bahwa kepadatan penghuni dalam rumah atau bangunan tidak berdampak langsung terhadap kepadatan jentik Aedes sp. Lebih jauh, studi menyarankan bahwa rumah dengan kepadatan penghuni yang tidak memenuhi syarat hanya memiliki kepadatan jentik sebesar 0,78 kali dibandingkan dengan rumah yang memenuhi syarat. Dalam rentang kepercayaan 95% di populasi, temuan ini menunjukkan bahwa rumah atau bangunan dengan kepadatan penghuni yang tidak memenuhi syarat cenderung meningkatkan kepadatan jentik sebanyak 0,47 hingga 1,30 kali dibandingkan dengan rumah yang memenuhi syarat.

Jadi singkatnya begini, dari data yang diinterpretasi, studi menyimpulkan kalau jumlah orang di rumah atau bangunan nggak langsung berpengaruh sama jumlah nyamuk Aedes sp. Namun menurut studi ini, rumah yang terlalu ramai penghuninya tapi tidak sesuai syarat, cuman punya sedikit nyamuk Aedes, sekitar 0,78 kali lipat aja dibanding rumah yang bener-bener sesuai syarat. Perkiraan 95% orang yang tinggal di situ, hasilnya nunjukin kalo rumah yang kebanyakan penghuninya tapi tidak sesuai syarat, biasanya nyamuk Aedes-nya bisa bertambah sekitar 0,47 sampai 1,30 kali lipat dibanding rumah yang bener-bener sesuai syarat.

Implikasi terhadap Kesehatan Masyarakat

Hasil penelitian ini memberikan pemahaman penting tentang penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes sp. Walaupun sebelumnya penelitian menyatakan bahwa kepadatan hunian tak berhubungan langsung dengan penyakit DBD, penemuan terbaru menyoroti bahwa konsentrasi jentik Aedes sp lebih erat terkait dengan wilayah yang didiami oleh banyak orang. Riset yang dijabarkan oleh Rahayu, (2013) menyimpulkan bahwa tak ada hubungan langsung antara keramaian tempat tinggal dengan kejadian penyakit DBD. Ini mengindikasikan bahwa fokus pada populasi nyamuk Aedes sp menjadi faktor penting dalam langkah-langkah pencegahan terhadap penyakit tersebut.

BACA JUGA:

Faktor-faktor dalam Lingkungan

Pentingnya memperhatikan aspek lingkungan tak boleh diabaikan. Penelitian menunjukkan bahwa jumlah nyamuk Aedes sp yang menghisap darah dapat mempercepat pertumbuhan larva di dalam tubuh nyamuk, sehingga meningkatkan populasi jentik. Kurangnya perhatian terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama ketersediaan air yang berlebihan, menjadi salah satu pemicu meningkatnya kepadatan jentik Aedes sp. Faktor-faktor ini menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan serta pengendalian penyakit DBD.

Kesimpulan

Meskipun tidak ada hubungan langsung antara kepadatan hunian dan kepadatan jentik Aedes sp, penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman yang lebih dalam terhadap faktor-faktor lingkungan dalam upaya pencegahan penyakit DBD. Upaya pencegahan yang efektif harus memperhatikan ketersediaan air, perhatian pada lingkungan sekitar, dan kontrol populasi nyamuk Aedes sp sebagai strategi utama untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit DBD. Penelitian ini memberikan perspektif baru yang membantu mengarahkan strategi pencegahan yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam menghadapi risiko penyakit DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes sp.

Referensi

Rahayu, D. F., & Ustiawan, A. 2013. “Identifikasi Aedes aegypti dan Aedes albopictus.” Balaba: jurnal litbang pengendalian penyakit bersumber binatang banjarnegara, 7-10.

Dame, Merry. 2022. “Mengenali Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab DBD.” Alodokter. Rubrik Berita. Edisi Senin, 26 Januari. diakses Jumat, 03 November 2023, 08:24.

Tim Redaksi. 2021. “Aedes aegypti.” Wikipediaensiklopedia. Rubrik Berita. Edisi Senin, 15 Agustus. diakses Jumat, 03 November 2023, 08:24.

Herlyana, D., Sunarsih, E., & Ardillah, Y. 2015. “Hubungan Sanitasi Perumahan dengan Keberadaan Jentik Aedes sp. di Wilayah Kerja Puskesmas Kutaraya Kayu Agung.” Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, vol. 6(3).Top of Form

Gina Nafsa Mutmaina,Panduan Praktikum Hematologi 2, Penerbit Manggu.

Meti Rizki Utari, Panduan Praktikum Hematologi 2, Penerbit Manggu.

Tags: Kesehatan, Kesehatan Lingkungan


News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door